Cinta tak kenal waktu. Sebuah ungkapan yang cocok banget buat remaja yang lagi jatuh cinta. Hampir tiap waktu, remaja yang baru dilanda asmara nggak bisa lupa sama sang pujaan hati walau sedetikpun. Dimanapun, kapanpun, dan gimanapun, dio selalau terbayang. Intinga semua aktifitas remaja yang lagi jatuh cinta selalau ada hubungannya sama sang pujaan hati. Seakan- akan kalo nggak mikirin si dia, kayak orang yang kehabisan oksigen.
Remaja kayak kita- kita ini emang rentan banget sama hubungan lawan jenis. Kata ahli perkembangan, masa remaja itu masa srom&stress, masa penuh tekanan& penderitaan. Merasa tersisih, merasa nggak ada yang memahami,&merasa nggak ada yang mengerti. Di situasi seperti inilah memiliki seorang teman curhat merupakan hal yang paling menggembirakan.
Disamping itu, masa remaja adalah masa dimana seseorang mengalami perkembanagan hormon seksual yang sangat pesat. Salah satu dampaknya adalah rasa suka terhadap lawan jenis. Itu juga yang membuat remaja lebih memilih teman lawan jenis sebagai tenam curhatnya.
Cinta terhadap lawan jenis emang fitrah. Yang jadi masalah adalah gimana cara kita menyikapi perasaan tersebut. Kalo diseriusi sesuai syari’at dengan cara nikah, cinta itu justru membawa keberkahan dari Alloh. Tapi kebanyakan remaja masih belum siap dengan hal yang berbau tanggung jawab. Makanya, remaja lebih memilih jalan yang sebenernya nggak dibolehin sama syari’at, yaitu pacaran. Banyak alasan remaja ngelakuin pacaran, salah satu alasannya adalah buat nambah semangat dalam belajar. Emang sih nilainya jadi tambah baik, Tapi… ternyata dampak negatifnya jauh lebih banyak lho! Apa aja ya???
Yang pertama, Lupa sama Alloh. Ini merupakan dampak terbesar adari pacaran. Seperti yang udah disebutin di awal, remaja yang lagi jatuh cinta bakal selalu inget sama sang doi. Kalo udah gini, kapan inget sama Alloh nya dong???! Padahal kalo dipikir- pikir, hebat mana sih Alloh sama pacar kita? Apa pacar kita yang ngasih kehidupan sama kita? Apa pacar kita yang ngasih kesempurnaan pada aggota tubuh kita? Apa pacar kita juga yang udah ngasih kenikmatan mulai dari kita lahir sampai kita meninggal nanti?? Jawab sendiri aja ya!
Yang kedua, semakin deketnya kita sama perbuatan zina. Mana ada sih pacaran tanpa saling memandang? Padahal Alloh udah ngasih tau ke kita lewat Al- Qur’an Surat Al- Nur: 30-31, yang artinya:”Katakanlah kepada laki- laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita- wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak daripadanya….” (QS. Al- Nur :30-31)
Rosululloh juga udah ngingetin kita dalam haditsnya, “Pandangan adalah anak panah beracun dari anak panah- anak panah iblis yang terkutuk, siapa saja yangmenghindarkannya karena takut kepada Alloh, ia akan dikaruniai oleh Allohkeimanan yang terasa manis dalam hatinya.”(HR. Hakim)
“Ada tiga kelompok manusia yang tidak akan melihat api neraka, yaitu orang- orang yang matanya terjaga di jalan Alloh, orang yang matanya menangis karena takut kepada Alloh, dan orang- orang yang matanya tidak mau melihat hal- hal yang diharamkan oeh Alloh.” (HR. Thabrani)
Nah, kalo udah memandang, remaja yang pacaran bakal lebih berani lagi buat berdua- duaan sama asang doi. Padahal Rosul udah ngasih peringatan ke kita lho..
“Janganlah seorang pria berdua- duaan dengan seorang wanita kecuali bersama mahramnya, dan janganlah seorang wanita berpergian kecuali bersama mahramnya…” (HR. Muslim)
“Siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, janganlah ia bersunyi sepi (berdua- duaan) dengan wanita yang tidak didampingi mahramnya, sebab jika demikian, setanlah yang menjadi pihak ketiga.” (HR. Ahmad)
Remaja yang udah ngelanggar rambu berdua- duaan sama sang doi, bakal gampang banget masuk dalam lembah perzinaan. Naudzubillah….
Kalo dampak pacaran segitu besarnya, kenapa sih kita mau ngambil jalan yang salah? Nah… kita perlu pertimbangin lagi nih! Coba deh, kalo masa depan kita ancur Cuma gara- gara pacarannya kita yang membutakan diri, apa nantinya kita nggak nyesel? Masa depan itu bukan Cuma dunia aja lho.. tapi juga akhirat. Selain itu, kita masih punya kewajiban yang jauh lebih penting dan bermanfaat buat kita sendiri, yaitu kewajiban menuntut ilmu. Kalo waktu kita abis Cuma buat pacaran, kapan nyari ilmunya? Dan yang pasti perlu diinget! Kita punya tugas yang sangat mulia, yaitu dakwah! Masa sih kita tega seneng- seneng pacaran, sedangkan masyarakat disekitar kita udah jauh dari nilai- nilai agama islam. So, jangan nangis kalo emang harus putus sama sang doi. Meninggalkan sesuatu yang jelek, tentu akan diganti oleh Alloh dengan yang jauh lebih baik. Pahala menjalankan tugas- tugas kita sebagai remaja Islam tentu lebih baik dari pada kesenangan- kesenangan haram bersama lawan jenis. Selamat bertugas wahai saudara muslim muda!
Sapuroh Asyifa Alkhansaa’